Curi Budaya Itu Nggak Baik

Siapa sih yang gak sebel kalo hasil karyanya diplagiat? Pasti kesel banget kan. Bukan hanya hasil karya seseorang yang sering diplagiat, tapi juga budaya. Budaya seperti apa? Ya tentu saja macam-macam. Contohnnya Tarian Tor-Tor, Reog Ponorogo, Tari Rudat, Gendang Beleq, dan lain-lain.


Saya sempat mengkaji beberapa sumber yang pada akhirnya menimbulkan sebuah spekulasi. Beberapa hal yang membuat sebuah budaya itu berani diplagiatkan oleh seseorang dan tak mencantumkan nama pemiliknya, diantaranya.

  1. Tidak Dipedulikan
    Hanya minoritas masyarakat Indonesia yang masih membudidayakan budayanya seperti budaya yang ada di Lombok, contohnya Prese'an, Gendang Beleq, Tari Rudat, Nyongket dan lain-lain. Kenapa hanya minoritas? Kemana yang Mayoritasnya? Itulah yang harus dibenahi dari negeri ini. Mungkin anda bisa menyimpulkan sendiri alasannya.
  2. Berpikiran Sama
    Tak selamanya orang-orang bisa berpikir out of the box. Karenanya sering terjadi sebuah kesalah pahaman. Kok bisa? Gini, ada bangsa A yang berencana mengklaim budayanya. Di sisi lain, bangsa B  selaku plagiaters juga ingin mengklaimnya, mumpung belum didaftarkan. Kalo belum ngerti bisa lihat ilustrasi berikut.
  3. Gak Kreatif
    Ini merupakan alasan yang sangat masuk akal. Mereka yang gak kreatif biasanya hanya bisa meniru / mengedit sesuatu yang sudah ada. Sudahlah... dari pada meniru sebuah budaya, lebih baik buat yang baru aja. Saya mohon agar kalian yang baca tulisan ini untuk menyerukan JANGAN CURI BUDAYA INDONESIA.
  4. Iri
    Sangat wajar manusia memiliki rasa iri. Terkadang seseorang merasa iri terhadap budaya orang yang bagus banget seperti di Lombok sehingga timbul keinginan untuk memplagiat / meniru hal tersebut. Bisa juga mereka berpikir seperti ini.
    "Kok Negara itu bisa sukses? Apa rahasianya? Coba aku ikuti kebiasaan / budayanya."

Yah... mungkin itu dulu ya. Maaf sebelumnya kalo udah ngepost fastpost. Saat ini gue baru masuk di SMK jadi ya.. rada sibuk gitu. Kapan-kapan gue buat komik lagi deh. Oya, maaf juga buat BSO, gue belum bisa nulis artikel berbobot gara gara MOS di SMK ngenes banget... dibimbing ama TNI AL

10 komentar:

  1. semoga kitanya juga bisa lebih menyadari akan pentingnya menjaga ini,jangan setelah direbut baru kita heboh.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Btul skli, ntah knp pmrintah jaman skrg kurang mmprhtikan sosiall

      Hapus
  2. iyaa

    mulai hari ini kita harus mulai untuk mempedulikan budaya kita


    SALAM SOLID

    BalasHapus
  3. well bro.. :)

    mari kita menjaga budaya indonesia secara utuh.. :)
    bukan hanya sebatas euforia belaka. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sya sngt stuju dgn presepsinya abang

      Hapus
  4. beda sama malaysia yang menganggap mencuri budaya orang lain adalah kewajiban...hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ksian juga sih, mrka gk punya banyak budya. Plagiters adlah satu2nya solusi bgi mrk

      Hapus
  5. yah.. buat peringatan saja.. jangan sampai indonesia dicuri juga.. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayanya gk bakal dilirik peringatannya... miris

      Hapus